Satu jam sebelum pergantian tahun.
Dengan latar belakang suara kembang api yang menggelegar memekakan telinga, dibalik jendela kamar, aku terdiam, terhenyak dan sedikit tersentak.
Tahun 2011 sudah tinggal hitungan detik dan berganti tahun 2012, sebuah renungan kecil akan diri sendiri, segala peristiwa, canda tawa dan air mata. Berbagai macam hal menyenangkan, menyedihkan hingga menyesakkan.
Sebuah tahun baru, pasti akan ada hal yang telah berlalu, meninggalkan dan ditinggalkan, baik itu sesuatu ataupun seseorang, mungkin ada seseorang yang telah menemani di tahun 2011 dan tahun tahun sebelumnya tiba-tiba saja dengan tak disangka sangka berpaling dan pergi meninggalkan kita.
Atau, ada salah satu dari kita yang malah ditinggalkan?
Sebenarnya permasalahannya bukan pada
“kenapa dia bersikap seperti itu?”
Namun lebih kepada
“apa yang membuat dia melakukan hal itu?”
Berbicara tentang meninggalkan dan ditinggalkan selalu menyisakan luka yang teramat dalam. Butuh keberanian lebih untuk menghadapi dan yakin bahwa “semuanya akan baik-baik saja!”
Yaaaahh, walaupun pasti dengan air mata. Tidak ada yang salah dari meninggalkan atau ditinggalkan, mungkin hanya ke-tidaktepatan- waktu, ke-tidakikhlasan kita menerima dan ke-tidakmampuan kita melihat segala sesuatu dengan penuh rasa syukur.
Dibalik semua peristiwa meninggalkan dan ditinggalkan, sebenarnya masih banyak sekali pertanyaan yang belum terjawab, atauu bahkan mungkin akan lebih baik jika kita membiarkan waktu yang menjawabnya karena terkadang waktu membuat kita semakin bijak dalam memaknai kehidupan.
Ada senyum dan air mata bahagia yang tampak dari setiap peristiwa meninggalkan dan ditinggalkan, namun lebih semu dibanding air mata yang harus menetes mengingat kenangan yang telah dilalui dan kandas begitu saja. Rasanya sakit melebihi apapun, tapi sekali lagi, “life must go on,dude!”
Tiada yang lebih berharga dari usahamu untuk bangkit dari keterpurukan. Walaupun saat ini kamu jatuh, semua pasti akan ada jalan keluarnya…
Bukan manusia kalau tidak pernah mengeluh dan menangis, namun Tuhan menganugrahkan otak dan naluri untuk membuat hati dan pikiran menjadi seimbang, logika dan perasaan menjadi sejalan.
Selamat tinggal tahun 2011, Selamat datang tahun 2012
Tahun dimana kita harus banyak belajar…
Belajar bersyukur, meskipun tak cukup..
Belajar ikhlas, meskipun tak rela..
Belajar ta’at, Meskipun berat..
Belajar memahami, meskipun terbebani..
Belajar setia, meskipun tergoda..
Belajar memberi, meskipun tak seberapa..
Belajar tenang, meskipun gelisah..
Belajar percaya, meskipun susah..
31 Desember 2011